Estetika Dalam Berkomunikasi

Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya.

Begitu juga dalam berkomunikasi sebisa mungkin harus menarik perhatian lawan berbicaranya, salah satunya dengan menampilkan estetika berbicara yang baik.

Estetika berbicara meliputi cara berpakaian, sikap badan, pandangan mata, gerak-gerik air muka, suara dan ucapan, dan ketegasan. Kita simak lebih lanjut pembahasan estetika tersebut berikut ini:

Pakaian

Pakaian yang bersih dan rapi akan menumbuhkan rasa percaya diri, harga diri, dan menunjukkan kepribadian seseorang. Oelh karena itu, seseorang yang akan berbicara di depan umum hendaknya memperhatikannya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berpakaian adalah sebagai berikut.
  1. Pakaian yang dikenakan harus serasi. Serasi dalam arti menyesuaikan pakaian dengan bentuk tubuh dan menyesuaikan warna pakaian dengan warna kulit.
  2. Menggunakan pakaian yang bersih dan rapi.
  3. Memperhatikan perlengkapan pakaian, misalnya kancing baju, ikat pinggang, kerah baju, atau dasi. Periksalah apakan perlengkapan tersebut lengkap atau tidak guna menunjang penampilan.
  4. Sesuaikan sepatu dan kaos kaki dengan warna celana.
estetika berkomunikasi

Sikap Badan

Sikap badan yang perlu diperhatikan komunikator ketika sedang berkomunikasi agar komunikan merasa hormat adalah sebagai berikut.
  1. Sikap duduk. Sikap duduk yang baik adalah terlebih dahulu berdiri di depan kursi, kemudian mundur sedikit perlahan kebelakang hingga bagian kaki menyentuh kursi. Selanjutnya secara perlahan duduklah di kursi. Badan, kepala hingga pinggang diusahakan tetap tegak. Duduklah tanpa memegang sesuatu. Hindari duduk terlebih dahulu di depan para komunikan dan sering melihat kebelakang.
  2. Sikap Berdiri, sikap berdiri yang baik adalah tegak dan bertumpu pada kedua kaki. Aturlah posisi berdiri dengan nyaman, kekmudian ambil nafas dalam-dalam, dada busungkan ke depan, bahu ditarik kebelakang, dan kepala di tegakkan. Ketika berbicara, hendaknya tangan digantungkan disisi bawah.

Pandangan mata

Ketika berbicara di depan umum, hendaknya komunikator mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan secara bergantian. Dengan memberikan perhatian kepada seluruh komunikan akan menumbuhkan kewibawaan seorang komunikator. Hindari untuk memandang satu orang saja atau satu tempat saja. Hindari menundukkan kepala atau membuang muka karena hal itu tidak sopan dan kurang menghargai komunikan.

Ekspresi

Ekspresi komunikator hendaknya mengikuti apa yang disampaikan. Jika isi pembicaraannya sedih maka ekspresi wajah juga menunjukkan kesedihan. Sebaliknya jika isi pembicaraanya merupakan kabar gembira maka usahakanlah wajah menunjukkan kesan gembira. 

Gunakanlah anggota tubuh untuk mendukung ekspresi ketika berbicara. Penggunaan tangan akan membantu komunikator dalam menggambarkan isi pembicaraan. Namun jika gerakan tangan itu dilakukan berlebihan justru akan mengganggu komunikan dalam memahami isi pembicaraan. Jadi gunakanlah anggota tubuh sewajrnya saja.

Gaya Berbicara

Setiap orang memiliki suara dan gaya berbicara yang berbeda dan dapat menimbulkan daya tarik sendiri bagi pendengar. Gaya yang dipergunakan juga bermacam-macam, tergantung situasi dan kondisi audiensnya. Berikut ini bermacam gaya berbicara yang dapat dilakukan komunikator.
  1. Gaya Berbicara Dengan Gaya Bahasa, yaitu cara berbicara dengan menggunakan pilihan kata, ungkapan, atau hubungan suara.
  2. Gaya Berbicara Dengan Mimik, yaitu cara berbicara dengan menggunakan gerak muka (wajah) si pembicara.
  3. Gaya Berbicara Dengan Pantomimik, yaitu cara berbicara dengan menggunakan gerak anggota badan, seperti menggeleng kepala atau menganggukkan kepala.
  4. Gaya Berbicara Dengan Gerak Campuran, yaitu gaya berbicara dengan menggunakan mimik dan pantomimik.

Ketegasan

Seorang komunikator hendaknya dapat bersikap tegas, tidak ragu dalam menyampaikan materi yang dibawakannya. Sikap demikian akan menumbuhkan kewibawaan, sehingga akan lebih dihargai oleh komunikan. Sebaliknya komunikator yang ragu-ragu atau gugup akan kurang dihargai oleh komunikan.

Artikel selanjutnya silahkan baca Jenis-Jenis Komunikasi

Refrensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Estetika
Sri Endang R. Sri Mulyani, Bekerjasama dengan kolega dan Pelanggan, Erlangga
Drs. E. Juhana Wijaya, Bekerjasama dengan kolega dan Pelanggan, Armico

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Estetika Dalam Berkomunikasi"

Post a Comment