Peluang Usaha Produk Barang/Jasa

A. Pengertian dan ciri-ciri peluang usaha



Peluang dalam bahasa lnggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau momen. Peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan meniadi ide bagi seseorang. Peluang usaha merupakan kesernpatan yang seharusnya diambil okeh seorang wirausaha untuk mendapat keuntungan.

Hal pertama yang dibutuhkan untuk mamulal usaha sendiri dari awal adalah sebuah ide. Ide merupakan sumber dan peluang. Sebuah kita dapat dikatakan sebagai peluang usaha, apabila ide tersebut mempakan suatu konstan usaha yang menarik, tidak barsifat sementara, tepat waktu dan terutama mampu diwujudkan dalam bentuk produk yang memberikan nlial bagi penggunanya.

Peluang yang berasal dari sebuah ide yang diperoleh dari sebuah inspirasi, harus merupakan peluang
yang potensial. sehingga dapat dikategorikan sebagai peluang usaha yang baik. Ciri-ciri peluang usaha yang baik adalah sebagai berikut.

1. Orisinil dan Tidak Meniru 

Petuang usaha yang baik tidak meniru orang lain tapi asli hasil riset dan pemikiran diri sendiri. Karena umumnya usaha yang sukses itu harus berbeda dari orang lain dan tidak meniru yang sudah ada, karena jika meniru orang lain hasil yang didapatkan belum tentu sama.

2. Mengantisipasi Perubahan Persaingan di Pasar dan Kebutuhan Pasar 

Peluang usaha yang baik harus dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar sekarang maupun masa yang akan datang. Jadi jika di usaha tersebut harus dapat diinovasikan lagi sesuai perkembangan pasar.

3. Sesuai Keinginan Wirausaha

Peluang usaha harus sesuai dengan keinginan diri sendiri, supaya bisa bertahan lama dan pelaku usaha bersemangat dalam berinovasi.

4. Kelavakan Usaha Sudah Teruji

Tingkat visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji untuk dilakukan riset dan uji coba dalam pasar.

5. Kreatif dah Inovatif 

Peluang usaha mempunyai ide yang kreatif dan inovatif bukan merupakan tiruan dari ide orang lain.

6. Keyakinan Bisa Mewujudkannva

Peluang usaha harus dapat meyakinkan pelaku usaha untuk mewujudkannya dan berpeluang untuk suksek dalam menjalankannya.

7. Terdapat Rasa Senang Menjalankan Usaha

Ada rasa senang menjalankannya dan benar-benar suka dengan usaha tersebut.


B. Sumber-Sumber Peluang Usaha

Sumber peluang usaha terdiri atas empat sumber yaitu peluang dari diri sendiri, peluang dari lingkungan, peiuang dari perubahan yang terjadi, dan peluang dari konsumen.

1. Peluang dari Diri Sendiri

Peluang yang paling potensial dan sangat besar rasio kesuksesannya adalah peluang yang bersumber dari dalam diri sendiri. Peluang yang berasal dari diri sendiri terdiri atas tiga macam yaitu hobi, keahlian, serta pengetahuan dan latar belakang pendidikan.

a.  Hobi 

Hobi yang dimiliki seseorang dapat menjadi awal kesuksesan dalam berwirausaha, bahkan usahanya
dapat berkembang dan tumbuh pesat. Contoh: Putri memiliki hobi berdandan. Ia sangat gemar dengan make up. Dari hobinya itulah, Lina membuka jasa make up untuk acara wisuda maupun Pernikahan.

b. Keahlian

Keahlian yang dimiliki dapat menjad modal untuk mengembangkan usaha yang sesuai bidang keahlian. Contoh: Rifan mempunyal keahlian mendesain baju, dari keahliannya itu ia membuka distro baju-baju bagi remaja yang mempunyai desain unik.

c. Pengetahuan dan Latar Pendidikan

Pengetahuan dan latar pendidikan merupakan sa|ah satu hal yang paling potensial menemukan peluang emas karena sudah mengetahui, mempelajari, dan memahami bidang usaha yang akan ditekuni. Misal: Ima merupakan lulusan SMK jurusan tata kecantikan, menemukan peluang usaha untuk membuka salon kecantikan  yang menggunakan teknik  tata rias terkini. Ima tentu telah menguasai teknik tata dari pendidikannya.



2. Peluang dari Lingkungan

Banyak peluang usaha yang timbul dari lingkungan, antara lain usaha orang tua, lingkungan rumah, dan kebiasaan.

a. Usaha Orang Tua

Usaha yang telah dijalankan orang tua dapat mendatangkan inspirasi usaha. Usaha yang telah dijalankan orang tua dapat mendatangkan |nspirasi usaha. Contoh Sofia mempunyai orang tua yang menggeluti usaha di bidang konveksi. Dari usaha orang tuanya itu, Sofia menemukan peluang usaha untuk memasarkan produk hasil konveksi orang tuanya secara online.

b. Lingkungan Rumah

Yaitu tetangga, teman sekolah dan teman main. Contoh: Di sekitar rumah Candra terdapat danau yang ditumbuhi enceng gondok. Jumlah enceng gondok tersebut sangatlah banyak. Dari hal tersebut, Candra memiliki ide untuk memanfaatkan enceng gondok menjadi kerajinan yang mempunyai nilai jual tinggi.

c. Kebiasaan

Kebiasaan diri sendiri, dapat memunculkan ide atau peluang untuk menjalankan usaha Misalnya: Mila sering berbelanja baju secara online, dari kebiasaannya tersebut Mila terinspirasi untuk membuat usahanya sendiri yaitu menjual baju secara online.

3. Peluang Dari Perubahan yang Terjadi

Peluang usaha dapat muncul dari berbagai perubahan yang terjadi jika orang tersebut mampu membaca situasi untuk melihat peluang usaha, perubahan-perubahan yang dimaksud yaitu sebagai berikut.

a. Perubahan Lingkungan

Contohnya di suatu daerah terdapat perguruan tinggi yang dulunya mempunyai mahasiswa sedikit, berubah menjadi jumlah mahasiswanya banyak dikarenakan adanya penambahan jurusan kuliah yang dibuka. Masyarakat setempat memanfaatkan peluang tersebut untuk usaha seperti membuka kos-kosan bagi mahasiswa, toko kelontong, dan laundry.

b. Perubahan Peraturan Pemerintah

Perubahan peraturan pemerintah akan menimbulkan ancaman bagi industri yang terkena dampaknya, namun justru menimbulkan peluang bagi yang mampu membaca situasi dan mendapatkan manfaatnya.

c. Perubahan Teknologi

Informasi dan komunikasi seperti kemajuan adanya smartphone dan internet sehingga memunculkan peluang usaha seperti toko online.

d. Perubahan Tekanan Kerja 

Tekanan kerja yang semakin tinggi sehingga banyak orang yang membutuhkan hiburan.

e. Perubahan Tingkat Kebutuhan

Yaitu kebutuhan tentang kesehatan, gaya hidup, dan pola makan masyarakat. Contohnya: gaya hidup zaman sekarang menyukai hal-hal yang praktis, untuk. itu muncullah peluang usaha berupa jasa membelikan makanan yang menyediakan layanan bagi orang-orang yang tidak sempat pergi untuk membeli makanan sendiri.

4. Peluang dari Konsumen

Suara konsumen sangat diperlukan untuk menciptakan ide baru dalam rangka memperbaiki kualitas produk dan menciptakan peluang bagi yang akan mendirikan usaha. Suara konsumen yang dapat menciptakan peluang usaha antara lain sebagai berikut.'

  • Saran dari konsumen terhadap barang atau jasa, dengan adanya saran maka seorang wirausaha dapat memperbaiki lagi barang atau jasa yang dijualnya atau membuat barang yang baru supaya konsumen merasa puas. 
  • Keluhan dari konsumen terhadap produk.
  • Permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, dengan keinginan konsumen terhadap barang atau jasa. Jika seorang wirausaha dapat membaca situasi ini dengan baik, maka akan menjadi sumber ide untuk membuka usaha sehingga mendapatkan keuntungan.
  • Harapan konsumen terhadap barang dan jasa yang ada ataupun belum ada di pasar.

C. Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan peluang usaha

Terdapat faktor keberhasilan dan faktor yang menyebabkan kegagalan sebuah peluang usaha. Apa saja faktor-faktor tersebut? Simaklah uraian materi berikut ini untuk mengetahuinya.

1. Faktor Keberhasilan Peluang Usaha 

Menurut Hendro (2006: 12), faktor-faktor keberhasilan sebuah peluang usaha adalah sebagai berikut.

  • Peluang memenuhi ciri-ciri peluang usaha yang baik, bukan sekedar ide usaha atau baru sekedar inspirasi saja. 
  • Peluang itu berasal dari hubungan yang bersinergi antara wirausaha dan usaha yang dijalankan pasar, serta produk yang dihasilkan.
  • Peluang itu memiliki tingkat risiko kegagalan yang kecil bila dijalankan. Dalam arti tingkat visibilitasnya telah diperhitungkan dengan waktu saat diluncurkan di pasar. 
  • Produk yang akan dihasilkan dari peluang itu telah diuji pasar, seperti hal-hal berikut.
    • Seberapa' besar tingkat kebutuhan tersebut di pasar.
    • Seberapa tinggi tingkat kontinuitas kebutuhan akan produk tersebut.
    • Mengapa orang enggan membeli dan menggunakan produk tersebut.
  • Produk yang akan dihasilkan dari peluang tersebut mengikuti tren (kecenderungan) perubahan pasar.
  • Produk yang akan dihasilkan dari peluang itu dapat terus menerus  kualitasnya.

2. Faktor Kegagalan Peluang Usaha


  1.  Agar peluang usaha dapat diminimalisir risikonya, maka perlu diketahui menganei faktor yang menyebabkan kegagalan usaha. Menurut Hendro (2006. 13), faktor-faktor kegagalan sebuah peluang usaha adalah sebagai berikut.
  2. Peluang itu bersifat jangka pendek karena kebutuhan pasar bersifat musiman dan tidak kontinu (sesaat).
  3. Peluang itu sudah kadaluwarsa atau telah ada orang yang memulai usaha tersebut.
  4. Peluang itu lewat begitu saja karena tidak segera diambil keputusan untuk memulainya.
  5. Peluang itu tidak berasal dari hubungan yang sinergis antara wirausaha dan usaha yang dijalankan, pasar, serta produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan dari peluang itu tidak melalui uji pasar yang akurat sehingga terjadi hal-hal berikut. 
    1. Produk tidak laku di pasar karena tingkat kebutuhan kecil atau penetapan harga Jual yang terlalu tinggi. 
    2. Produk terlihat sudah kuno (out of date) karena terjadi perubahan kebutuhan atau munculnya teknologi baru.
    3. Produk mudah ditiru orang lain. 

Banyak kesalahan kesalahan yang dilakukan para wirausaha yang menyebabkan peluang usaha yang dimiliki gagal. Kerjakan Kegiatan di bawah ini agar kamu mengetahui kesalahan kesalahan yang arus dihindari saat berwirausaha agar peluang usaha yang dimiliki dapat berhasil.

D. Menganalisis Peluang Usaha Menggunakan Analisis SWOT

Untuk mendapatkan peluang usaha yang baik, wirausaha perlu melakukan analisis terlebih dahulu, yaitu salah satunya dengan menggunakan analisis SWOT. SWOT merupakan metode yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi usaha. Analisis SWOT berguna untuk menganalisis

faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.

Langkah-langkah penerapan analisis-SWOT dalam menganalisis peluang usaha adalah sebagai berikut.


1. Kekuatan (Strengths)


Melihat kekuatan yang dimiliki yaitu seperti lokasi yang strategis, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus dapat mengembangkan peluang usaha ' menjadi kos-kosan, warnet, rental komputer, dan lain-Iain.

2. Kelemahan (Weaknesses)

Melihat kelemahan yang dimiliki agar tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena memiliki kekurangan tertentu. Contoh, sebaiknya jangan membuka usaha salon kecantikan, apabila tidak menguasai sama sekali keterampilan make up dan memotong rambut.

3. Peluang (Opportunities)

Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha koskosan dan warung makan di lingkungan dekat kampus.


4. Ancaman ( Threats)

Melihat ancaman terhadap usahausaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, _dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita.


E. Pemenfaatan Peluang Secara Kreatif dan inovatif

Wirausaha yang kreatif adalah wirausaha yang cepat menangkap peluang yang muncul darl suatu kondisi lingkungan disekitarnya. yang tidak pernah melewatkan waktunya dengan sia sla. Orang yang kreatif akan memandang barang yang oleh kebanyakan dianggap tidak berguna, menjadl sangat berguna dan mempunyai nilai jual. Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan panjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan bahkan orang lain.

Inovatif merupakan suatu temuan baru yang menyebabkan berdaya gunanya suatu produk atau jasa ke arah yang lebih produktif. Peluang usaha harus diberdayakan oleh wirausaha menjadi peluang emas dengan kreatif dan inovatif dengan melakukan cara-cara sebagai berikut.


1. Make Modification

 Melakukan beberapa perubahan atau modifikasi terhadap produk/jasa yang akan dihasilkan dari
peluang usaha tersebut.

2. Make It Better

 Membuat peluang usaha yang lebih baik setelah melakukan uji pasar terhadap produk yang di hasilkan, misal menjadi lebih cepat, lebih kecil, lebih enak, lebih ringan.


3. Make lt The First 

 Peluang emas adalah peluang usaha yang pertama kali bahkan memikirkannya.


4. Make It Special Products

Dengan membuat produk khusus atau produk untuk segmen khusus. kita akan menjadi ahlinya, contoh sebagai berikut.

  1. Bengkelkhusus motor vespa.
  2. Restoran yang khusus menyajikan makanan dan minuman dari buah strawberi. 
  3. Restoran yang khusus menyajikan makanan dari bebek. 
  4. Toko yang khusus menjual atau menyewakan pakaian pengantin. 
  5. Mainan anak-anak'yang berbahan dasar kayu. '


5. Clonning .

Karena adanya unsur paten HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) atau tuntutan dari pihak yang ditiru maka yang ditiru adalah fungsi dan tujuan penggunaan produknya dengan merek dan kemasan yang berbeda.


6. Subtitusi 

Cara ini efektif dalam memulai usaha karena menjadi produk pengganti dari produk pesaing paling besar dan menengah



Sumber
-Produk kreatif dan Kewirausahaan, Ulfa Rahma DKK, Mediatama
-alma, Buchari,2010, Kewirausahaan Edisi revisi. Bandung, Alfabeta

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Peluang Usaha Produk Barang/Jasa"

Post a Comment