Menunggu Hari Valentine?

Pada bulan Februari tepatnya pada tanggal 14 sudah jamak kita saksikan baik media maupun di masyarakat seperti tidak henti-hentinya mempersepsikan bahwa pada tanggal itu merupakan hari keramat untuk merayakan "cinta". Hari kasih sayang menjadi nama belakang untuk tanggal tersebut, namun apakah memang benar hari tersebut adalah harinya kasih dan sayang?.

Untuk mengecek apakah benar hari itu adalah hari kasih sayang silahkan cek langsung pada alamat ini http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/misteri-valentine-s-day-3-mereka-dibalik-valentine-s-day.htm#.Uvo6WWKSyE4. Dan pastinya berita ini sudah sangat sering sekali kita dengar. Bahkan umat islam sangat benci dengan orang yang merayakan hari valentine ini.

Salah satu sebab mengapa kita dilarang mengikuti (merayakan, mengucapkan, berbagi kado) hari valentine ini adalah sabda nabi agar kita tidak latah meniru adat istiadat kaum lain. Selain itu perayaan valentine ini pun beresiko besar mengundang murka Allah Swt, dikarenakan pacaran merupakan pendekatan zina. Pacaran merupakan kebiasaan diluar islam yang sangat merusak. Bagaimana tidak, dari pacaran inilah setan membisikan tipu dayanya, dimulai dari saling memandang, kemudian berlanjut dengan, kata-kata lirih, mesra, mendayu mengikat hati, berpegangan tangan, berpelukan, selanjutnya masuk pada tahap perzinahan.


Atau bagi pasangan yang sedang  long distance relationship (LDR), setan akan meniupkan api zina melalui sms mesra, puisi, mengirimkan foto pribadi, lalu menelepon. Dimana semua itu menjurus kepada zina, akibatnya jika sudah bertemu pandang maka dosa besar itu pun sulit untuk dielakkan.

Miris memang jika melihat kenyataan sekarang ini, dimana para remaja sadar maupun tidak sadar terikut dalam kegiatan mendekati dosa besar. Pacaran sudah menjadi kebanggaan di sekolah, dimana seorang siswa/i merasa hebat jika memiliki kekasih hati, mereka beranggapan pasangan itu tempat dimana ia dapat menceritakan segala keluh kesanya. Tapi sesungguhnya disanalah terletak bencana besar itu, dikarenakan pacaran ini sebagian siswi di kota besar sudah tidak perawan lagi, naudzubillahiminzalik.

Ingatlah wahai para pecinta bahwa engkau sedang menyiapkan jalan lurus menuju neraka, engkau meretas jejak menuju dosa besar, sadarkah engkau orang tuamu menanggung peluh, meniti perih memajukan pendidikan demi masa depanmu?, lupakah engkau akan kekuasaan Sang Pencipta, tahukah engkau bahwa kita selalu diintai malaikat pencatat amal kebaikan?, ingatlah kembali saudaraku Allah Swt lah yang menciptakan ibumu, ayahmu, pacarmu, dirimu, bahkan nafsu yang engkau umbar itu juga ciptaan Allah.

Anehnya setiap mereka tahu bahwa valentine itu tidak boleh dirayakan, dan benar mereka tidak merakannya walaupun hanya dengan mengucapkan kata-kata valentine. Namun mereka masih juga tetap berpacaran. Lalu apa gunanya menolak hari valentine pada tanggal 14 Februari, namun setiap harinya merayakannya?, kenapa menunggu hari valentine?.    

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Menunggu Hari Valentine?"

Post a Comment